Menjadi Guru Paripurna

Penulis

  • Sawal STAI Said Perintah Masohi

Kata Kunci:

Pendidikan, guru

Abstrak

Masyarakat sebagai suatu organisasi kehidupan tidak luput dari perkembangan zaman. Penguasaan terhadap teknologi yang mampu menggunakan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebatas itu, masyarakat semakin memiliki jiwa kompetisi, rasa ingin tahu yang besar dan adanya inisiatif serta mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan canggihnya teknologi, masyarakat semakin mudah dalam memecahkan masalah bahkan teknologi menjadi corak dalam kehidupan bermasyarakat. Merembahnya teknologi dalam segala lapisan masyarakat menyebabkan masyarakat sadar akan kemajuan dan IPTEK. Dari keadaan ini, keberadaan suatu bangsa dengan bangsa lainnya menjadi satu dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya. Itulah lukisan bagaimana keadaan pada abad 21, abad yang segera dan akan kita hadapi dengan berbagai kecanggihan dalam bidang teknologi. Sebagai manusia, perkembangan tidak mungkin untuk dihindari atau bahkan dihapuskan tetapi harus dihadapi dan digunakan sebaik-baiknya segala bentuk kemajuan teknologi yang telah mampu diciptakan karena hakikat dari pembentukan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan manusia. Guru di masa sebelum dan masa Orde Lama, akan berbeda dengan guru di masa Orde Baru. Guru di masa Orde Baru, akan berbeda di masa Reformasi. Dan guru di masa Reformasi, tentunya akan berbeda dengan guru di masa Milenial saat ini. Ingat, zaman berubah dengan cepat! Guru yang tidak mampu beradaptasi, akan menjadi guru yang "mati". Guru yang tidak melek teknologi, akan menjadi guru "konvensional" yang akan segera ditinggalkan. Mereka yang berprofesi guru saat ini hanya memiliki satu pilihan, berkembang atau "mati" (survive or die). Padahal yang dimaksud melek teknologi tidak harus ahli, cukup paham, mengerti dan mampu mengaplikasi sudah lebih dari cukup. Arti paripurna adalah penuh atau lengkap. Bila dikontekskan dengan menjadi guru hari ini tentunya berbeda dengan masa lalu. Kebutuhan pendidikan harus diberi nutrisi pengetahuan yang hadal dan dari segi kematangan jiwa psikologi harus ditanamkan. Sebab untuk professional sebagaimana yang diamantkan dalam Undang-undan guru dan dosen kiranya belum cukup. Olehnya itu untuk menjadi guru di era sekarang perlu dikonsepkan menuju guru yang paripurna.

Diterbitkan

2019-06-12

Cara Mengutip

Sawal. (2019). Menjadi Guru Paripurna. Jurnal MITRA, 17(1), 95–113. Diambil dari https://kopertais8.or.id/jurnal/index.php/jm/article/view/18

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.