HUBUNGAN PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG FALSAFAH BINCI-BINCIKI KULI DENGAN PEMBIASAAN IBADAH MANDIRI ANAK USIA DINI DI KOTA BAUBAU
Keywords:
Binci-binciki Kuli, kearifan lokal Buton, pemahaman orang tua, pembiasaan ibadah mandiri, anak usia diniAbstract
Latar Belakang: Falsafah lokal Binci-binciki Kuli merupakan salah satu pilar kearifan budaya masyarakat Buton yang memuat nilai berbicara benar, berperilaku jujur, serta saling mengingatkan dalam kebaikan, yang memiliki potensi besar sebagai landasan pembentukan karakter keagamaan anak usia dini. Namun, kajian empiris yang mengaitkan pemahaman orang tua terhadap falsafah ini dengan upaya memandirikan ibadah anak di Kota Baubau masih sangat terbatas. Tujuan: Mendeskripsikan tingkat pemahaman orang tua tentang falsafah Binci-binciki Kuli, mendeskripsikan tingkat pembiasaan ibadah mandiri anak usia dini, serta menganalisis signifikansi hubungan antara kedua variabel tersebut. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 85 orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun di 5 kecamatan Kota Baubau, ditetapkan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas isi dan konstruk serta reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil: Tingkat pemahaman orang tua berada pada kategori baik sebesar 76,47%, tingkat pembiasaan ibadah mandiri anak berada pada kategori cukup sebesar 65,88%, serta terdapat hubungan positif dan sangat signifikan sebesar r = 0,582 pada taraf signifikansi p < 0,01. Artinya, semakin tinggi pemahaman orang tua tentang falsafah Binci-binciki Kuli, semakin tinggi pula pembiasaan ibadah mandiri anak usia dini. Kesimpulan: Falsafah Binci-binciki Kuli dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pendampingan ibadah anak sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkuat penyelenggaraan pendidikan agama Islam berbasis keluarga.
References
Al-Qur’anul Karim dan Terjemahannya. (2019). Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama RI. (2022). Pedoman Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Nilai Agama. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
La Ode, A., & Suryadi. (2021). Falsafah Hidup Masyarakat Adat Buton: Nilai dan Relevansinya untuk Pendidikan. Baubau: Penerbit Universitas Buton.
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah UIN Alauddin Makassar. (2024). Makassar: Penerbit UIN Alauddin Makassar.
Rahman, A. (2023). Peran pendampingan orang tua dalam kemandirian ibadah shalat anak usia dini di Kota Baubau. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 8(2), 112–125.
Sari, R. P. (2022). Peran kearifan lokal Binci-binciki Kuli dalam pembentukan akhlak siswa di Kota Baubau. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 7(1), 45–58.