HUDUD DALAM AL-QUR’AN: REKONSTRUKSI MAKNA, WUJUD, DAN URGENSINYA DALAM KERANGKA MAQASID AL-SHARI‘AH

Authors

  • Abd. Raziq STAI Al-Azhar Gowa
  • Ammar Munir STAI Al-Azhar Gowa

Keywords:

Hudud, Al-Qur’an, Maqasid al-shari‘ah, kemaslahatan

Abstract

Artikel ini menganalisis konsep hudud dalam Al-Qur’an dengan menempatkannya tidak hanya sebagai ketentuan pidana, tetapi sebagai batas-batas normatif Allah yang mengatur ibadah, keluarga, kewarisan, dan perlindungan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik. Data utama berupa ayat-ayat yang memuat lafal hudud dan ayat-ayat yang secara substansial menetapkan batas hukum, kemudian dianalisis melalui pendekatan kebahasaan, kontekstual, dan maqasid al-shari‘ah. Hasil kajian menunjukkan bahwa hudud dalam Al-Qur’an mempunyai cakupan lebih luas dibandingkan penggunaan teknisnya dalam fikih jinayah. Hudud dapat bermakna larangan, hukum, dan ketentuan yang membatasi tindakan manusia dalam puasa, i‘tikaf, talak, iddah, kewarisan, kafarat, pencurian, zina, qazf, khamar, hirabah, dan kemurtadan. Urgensinya terletak pada pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, harta, dan kehormatan manusia. Dengan demikian, hudud perlu dipahami sebagai instrumen pembentukan ketakwaan, pencegahan kejahatan, perlindungan hak, dan penciptaan kemaslahatan, bukan semata-mata sebagai simbol penghukuman.

References

‘Audah, ‘Abd al-Qadir. (1993). Al-Tashri‘ al-Jina’i al-Islami. Beirut: Mu’assasah al-Risalah.

Al-Ashfahani, Al-Raghib. (1992). Mufradat Alfaz al-Qur’an. Damaskus: Dar al-Qalam.

Al-Maraghi, Ahmad Mustafa. (1974). Tafsir al-Maraghi (Jilid XXVIII). Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi.

Al-Naysaburi, Muslim ibn al-Hajjaj. (t.t.). Sahih Muslim (Jilid II). Bandung: Dahlan.

Al-Shan‘ani, Muhammad ibn Isma‘il. (t.t.). Subul al-Salam (Jilid IV). Bandung: Dahlan.

Al-Suyuti, ‘Abd al-Rahman Jalal al-Din. (t.t.). Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul (K.H.Q. Saleh dkk., Penerj.). Bandung: Diponegoro.

Al-Zarqa, Mustafa Ahmad. (1995). Al-Madkhal al-Fiqhi al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr.

Aminah, S. (2013). Teori hudud dan penerapannya terhadap ayat-ayat gender: Studi kritis terhadap pemikiran Muhammad Shahrur dalam al-Kitab wa al-Qur’an Qira’ah Mu‘ashirah. Jurnal Ummul Qura, 3(2), 66–77.

Dayati, R., Pratiwi, Y., Zakir, Z. L., Wismanto, & Hibatullah, A. (2024). Penjelasan kejahatan hudud dan saksi-saksinya dari sudut pandang hukum Islam. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(1), 387–396. https://doi.org/10.60126/maras.v2i1.186

Fatah, N. F. R., & Nisa, U. W. (2023). Analisis dimensi sosial dalam penerapan hudud. Journal of Islamic and Occidental Studies, 1(1), 17–40. https://doi.org/10.21111/jios.v1i1.4

Gani, I. A. (2024). Compatibility of law enforcement and human rights within Islamic law in Aceh Province, Indonesia. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 26(1), 176–195. https://doi.org/10.24815/kanun.v26i1.36815

Hambali, M. R. (2019). Menimbang ulang urgensi hukum hudud dan problem penerapannya di Indonesia. At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman, 8(1), 92–108. https://doi.org/10.32665/attuhfah.v8i1.903

Hasballah, ‘Ali. (t.t.). Usul al-Tashri‘ al-Islami. Kairo: Dar al-Ma‘arif.

Ibn Faris, Abu al-Husain Ahmad ibn Zakariya. (1979). Mu‘jam Maqayis al-Lughah (Jilid II). Beirut: Dar al-Fikr.

Izaturahmi, F., Sugiarti, W., Wismanto, Shafiah, & Putri, M. (2024). Konsep hudud dalam Al-Quran. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 2(1), 166–184. https://doi.org/10.61132/jbpai.v2i1.78

Khalaf, ‘Abd al-Wahhab. (1968). ‘Ilm Usul al-Fiqh. Kuwait: Dar al-Kuwaitiyyah.

Mustafa, Ibrahim, dkk. (t.t.). Al-Mu‘jam al-Wasit (Jilid I). Teheran: Maktabah al-‘Ilmiyyah.

Riscilia, S. A., Nikma, S., & Uljannah, S. N. (2023). Maqāṣid Shari‘ah dan implikasinya terhadap tafsir maqāṣidī. MAQASHID: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 45–66. https://doi.org/10.35897/maqashid.v6i2.1173

Sabiq, Sayyid. (1974). Fiqh al-Sunnah (Jilid II). Mesir: Maktabah wa al-Matba‘ah.

Santoso, A. (2021). Transformasi pemikiran hukum pidana Islam terhadap pembaharuan sistem hukum pidana penjara di Indonesia. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 15(1). https://doi.org/10.56997/almabsut.v15i1.510

Santoso, S. (2015). Implementation balancing idea in the development of criminal law in Indonesia. QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies, 3(1), 1–22. https://doi.org/10.21043/qijis.v3i1.1595

Shihab, M. Quraish. (2000). Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an (Vol. I dan III). Jakarta: Lentera Hati.

Sodiqin, A. (2021). Legal, moral, and spiritual dialectics in the Islamic restorative justice system. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 21(2), 357–378. https://doi.org/10.15408/ajis.v21i2.22675

Thamsir, M., Latif, M., & Muhammad, P. (2025). Islamic criminal law reform in corruption cases: Maqasid al-Shariah perspective. Jurnal Ius Constituendum, 10(1), 16–27. https://doi.org/10.26623/jic.v10i1.10932

Yasa, A. (2021). Transformasi pemikiran hukum pidana Islam terhadap hukum pidana nasional: Analisis implementatif jarimah hudud, qishash, dan ta‘zir. Rechtenstudent Journal, 1(3), 251–263. https://doi.org/10.35719/rch.v1i3.34

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Raziq, A., & Munir, A. (2026). HUDUD DALAM AL-QUR’AN: REKONSTRUKSI MAKNA, WUJUD, DAN URGENSINYA DALAM KERANGKA MAQASID AL-SHARI‘AH. Jurnal Mitra, 24(1), 5–12. Retrieved from https://kopertais8.or.id/jurnal/index.php/jm/article/view/95