DAMPAK KESENJANGAN AKSES PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP MOBILITAS SOSIAL
Kata Kunci:
Pendidikan tinggi, mobilitas sosial, ekonomiAbstrak
Tulisan ini menjelaskan hubungan antara pendidikan tinggi dan mobilitas sosial di Indonesia. Ada beberapa kerangka konseptual yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara Pendidikan tinggi dan mobilitas social, salah satunya yang relevan adalah kerangka konseptual Inequality of Educational Opportunity (IEO) dan Inequality of Social Opportunity (ISO) yang dikemukakan oleh Raymond Boudon. Namun, ketidakmerataan akses terhadap pendidikan berkualitas, khususnya di daerah rural, menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam peluang peningkatan status sosial. Hasil analisis menjelaskan bahwa hubungan antara pendidikan tinggi dan mobilitas sosial di Indonesia ternyata dipengaruhi oleh faktor lainnya, yakni ketimpangan sosial-ekonomi dan disparitas geografi dan kultural. Semakin rendah ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat akan berdampak pada semakin meningkatnya akses masyarakat ke pendidikan tinggi dan pada gilirannya akan mendorong terjadinya mobilitas sosial vertical.
Referensi
Bahri, E. S. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan. FAM Publishing.
Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241-258). Greenwood.
Checchi, D. (2006). The Economics of Education: Human Capital, Family Background, and Inequality. Cambridge University Press.
Gao, L. 2011. Impacts of Cultural Capital on Student College Choice in China. Lanham, MD: Lexington Books.
Goldthorpe, J. H. (2014). The Role of Education in Intergenerational Social Mobility: Problems from Empirical Research. Sociology of Education, 87(4), 259-271.
Haveman, R dan T. Smeeding. 2006. “The Role of Higher Education in Social Mobility.” The Future of Children 16(2):125-150.
Hout, M. (2012). Social and Economic Returns to College Education in the United States. Annual Review of Sociology, 38, 379-400.
Madiistriyatno, H., Rekarti, E., & Sularno, H. M. (2023). Membentuk Sisi Individu Unggul Berkarakter Berwirausaha. Indigo Media.
Moeliodihardjo, B.Y. 2013. Equity and Access in Higher Education. World Bank: Jakarta
Muvid, M. B. (2022). Konsep Pemerataan Pembangunan Pendidikan Nasional Sebagai Alternatif Kemajuan Pendidikan Indonesia. Widya Balina, 7(2), 469– 476.
Mincer, J. (1974). Schooling, Experience, and Earnings. National Bureau of Economic Research.
Sen, A. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.
UNESCO. (2015). Education for All 2000-2015: Achievements and Challenges. UNESCO Publishing.
Vedder, R., C. Denhart, & J. Robe. 2013. “Why Are Recent College GraduatesUnderemployed? University Enrollments and Labor-Market Realities.” Centerfor College Affordability and Productivity (NJ1). Retrieved February 7, 2017 (http://files.eric.ed.gov/fulltext/ ED539373.pdf).
Yuniarto, P. R. (2016). Masalah globalisasi di Indonesia: Antara kepentingan, kebijakan, dan tantangan. Jurnal Kajian Wilayah, 5(1), 67–95