Tipologi Karakter Manusia Menurut Erich Fromm (Suatu Tinjauan Pendidikan Islam)
Kata Kunci:
Karakter manusia, Erich FrommAbstrak
Telah muncul berbagai pandangan ilmiah tentang manusia yang tinjauannya sangat berakar pada disiplin ilmu masing-masing penggagasnya.Para antropolog mencoba mengungkap realitas manusia dalam konteks budaya, para Sosiolog dengan konteks hubungan sosial, para Psikolog dengan obyek tingkah laku dan para Agamawan dengan fokus manusia dalam wacana agama. Jika paradigma ini dipahami secara parsial, maka boleh jadi akan muncul asumsi bahwa pembahasan tentang manusia sudah terbahas tuntas sampai di situ. Namun ketika timbul upaya untuk mempersatukan dua persfektif yang berbeda, maka akan melahirkan perdebatan yang panjang. Boleh jadi, kemudian pertemuan kedua persfektif tersebut akan mewujudkan rekonsisliasi atau integrasi, namun tidak menutup kemungkinan justru menimbulkan nuansa dikotomik, apalagi jika keduanya saling memandang secara streotipe. Karena ternyata kemudian karakterologi yang diungkap oleh Fromm banyak ditemukan persamaannya dalam Al-Quran. Seperti, karakter working ditemukan dalam Al-Quran dengan bentuk term amal, meskipun dalam Al-Qur"an penyebutan “amal” banyak disandarkan dengan amal saleh (amal keakhiratan) yang nuansanya teologis. Karakter receiving mirip dengan orang-orang qanith (berputus asa) (lihat QS. Al-Hijr,22:36). Karakter eksploittatif mirip dengan tipe orang-orang zalim dan mufsid.Karakter hoarding sangat sinkron dengan tipe orang mukniz (penimbun). Karakter marketing mirip dengan tipe musrif (berlebih-lebihan) atau mubazzir (pemboros).