UPAYA GURU DALAM MENGATASI PERILAKU INDISIPLINER PESERTA DIDIK

STUDI KASUS KELAS XII KR 1 DI SMKN 4 SOPPENG

Authors

  • Sasmir Sasmir STAI Al-Gazali Soppeng

Keywords:

Upaya guru, Perilaku indisipliner peserta didik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perilaku indisipliner peserta didik kelas XII KR 1 di SMKN 4 Soppeng serta upaya guru dalam menanganinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi wali kelas, guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran, serta peserta didik kelas XII KR 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku indisipliner peserta didik meliputi keterlambatan datang ke sekolah, ketidakhadiran tanpa keterangan, kelalaian mengerjakan tugas, penggunaan telepon genggam selama pembelajaran, serta pelanggaran terhadap tata tertib sekolah lainnya. Perilaku tersebut menunjukkan adanya persoalan kepatuhan peserta didik terhadap aturan dan tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan pembinaan persuasif, pemberian nasihat, sanksi edukatif, komunikasi dengan orang tua, serta layanan bimbingan dan konseling. Penanganan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif yang menempatkan pembinaan sebagai upaya membangun kesadaran, tanggung jawab, dan kepatuhan peserta didik, bukan semata-mata memberikan hukuman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya tersebut dinilai cukup efektif dalam menekan frekuensi pelanggaran dan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya disiplin. Namun, keberhasilan penanganan memerlukan konsistensi penerapan aturan, koordinasi antarpihak sekolah, serta keterlibatan orang tua secara berkelanjutan. Dengan demikian, penanganan perilaku indisipliner perlu dilaksanakan secara terarah, konsisten, dan kolaboratif agar pembentukan karakter disiplin dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai praktik penanganan perilaku indisipliner pada sekolah menengah kejuruan. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan informan dan lokasi yang hanya berfokus pada satu kelas, sehingga temuan tidak dapat digeneralisasikan secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak kelas dan sekolah untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk perilaku indisipliner dan strategi penanganannya.

References

Corey, G. (2017). Theory and practice of counseling and psychotherapy. Cengage Learning.

Emmer, E. T., & Sabornie, E. J. (Eds.). (2015–2017). Handbook of classroom management. Routledge.

Evertson, C. M., & Weinstein, C. S. (2019). Handbook of classroom management. Routledge.

Firmonasari, A., Udasmoro, W., & Mastoyo, Y. T. (2020). Memahami sekularisme dan identitas nasional dalam wacana politik Prancis. Jurnal Humaniora, 32(2), 135–150. https://doi.org/10.22146/jh.55450

Gladding, S. T. (2018). Counseling: A comprehensive profession. Pearson.

Hattie, J. (2017). Visible learning for teachers: Maximizing impact on learning. Routledge.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020–2024). Panduan penguatan pendidikan karakter (PPK).

Lohlker, R. (2021). Fiqh revisited: Indigenization and universalization of Islamic law in Indonesia. Journal of Interdisciplinary Research on Religion and Transformation in Contemporary Society, 7(1), 188–208. https://doi.org/10.30965/23642807-bja10011

Marzano, R. J., Marzano, J. S., & Pickering, D. J. (2016). Classroom management that works. ASCD.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume III): What school life means for students’ lives. OECD Publishing.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2017). Self-determination theory: Basic psychological needs in motivation, development, and wellness. Contemporary Educational Psychology.

Simonsen, B., Fairbanks, S., Briesch, A., Myers, D., & Sugai, G. (2018). Evidence-based practices in classroom management. Journal of Positive Behavior Interventions.

Sugiyono. (2018–2022). Metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2019–2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Thapa, A., Cohen, J., Guffey, S., & Higgins-D’Alessandro, A. (2017). School climate research. Review of Educational Research.

van Engelenhoven, G. (2021). Indigenous law and cultural heritage transformation in postcolonial Maluku migration history. International Journal for the Semiotics of Law, 34(3), 695–721. https://doi.org/10.1007/s11196-020-09781-y

Wang, M.-T., & Degol, J. L. (2016). School climate: A review of the construct. Educational Psychology Review.

Wentzel, K. R. (2017). Peer relationships, motivation, and academic behavior in school. Educational Psychologist.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Sasmir, S. (2026). UPAYA GURU DALAM MENGATASI PERILAKU INDISIPLINER PESERTA DIDIK: STUDI KASUS KELAS XII KR 1 DI SMKN 4 SOPPENG. Jurnal Mitra, 24(2), 112–117. Retrieved from https://kopertais8.or.id/jurnal/index.php/jm/article/view/109